Anak-anak yang berusia 12 atau 13 tahun sampai dengan 19 tahun sedang
berada dalam pertumbuhan yang mengalami masa remaja. Masa remaja termasuk masa
yang sangat menentukan karena pada masa ini anak-anak mengalami banyak
perubahan pada psikis dan fisiknya. Terjadinya perubahan kejiwaan menimbulkan
kebingungan di kalangan remaja sehingga masa ini disebut oleh orang barat
sebagai periode sturm und drang sebabnya karena mereka mengalami penuh
gejolak emosi dan tekanan jiwasehingga mudah menyimpang dari aturan dan
norma-norma sosial yang berlaku di kalangan masyarakat.
Ada pula ahli psikologi yang menganggap masa remaja sebagai peralihan dari
masa kanak-kanak ke masa dewasa, yaitu saat-saat ketika anak tidak mau lagi diperlakukan
sebagai anak-anak, tetapi dilihat dari pertumbuhan fisiknya ia belum dapat
dikatakan orang dewasa. Saat anak mengalami masa remajanya tidak sama waktunya
di tiap-tiap Negara. Waktunya itu berbeda-beda menurut norma kedewasaan yang
berlaku setempat. ”misalnya di daerah pedesaan yang agraris, anak usia 12 tahun
sudah ikut melakukan pekerjaan yang seharusnya dilakukan orang dewasa seperti
mengolah sawah dan ladang orang tuanya. Dalam keadaan seperti ini berarti anak
yang belum dewasa itu sudah dituntut orang tuanya untuk bertanggung jawab,
dengan demikian masa remaja akan lebih cepat berakhir di daerah pedesaan.
Sedangkan di daerah perkotaan masa remaja berlangsung lebih lama, sebab keadaan
kehidupan dikota lebih kompleks dan lebih majemuk masyarakatnya karena pengaruh
dari latar belakang kehidupan, norma-norma kebudayaan dan, adat istiadat,
nilai-nilai moral, etika dan, sosial yang tidak menentu membuat kaum remaja
bertambah bimbang, ragu-ragu, dan bingung sehingga mereka bertanya-tanya dalam
hatinya, mana yang sebenarnya harus dipilih dan dipedomaninya.
1. Masa masa perkembangan
Orang barat menyebut remaj dengan istilah puber, sedangkan orang
Amerika menyebutnya Adolesensi. Keduanya merupakan transisi dari masa
anak-anak menjadi dewasa. Sedangkan di Negara kita ada yang menggunakan istilah
Akil balig atau pubertas dan yang paling banyak menyebutnya Remaja.
Panggilan Adolesensi dapat diartikan sebagai pemuda yang keadaanya sudah
mengalami ketenangan. Pada umumnya orang tua dan pendidikcenderung menyebut remaja dari pada
remaja puber atau remaja Adolesen. Bila ditinjau dari segi perkembangan Biologis, yang
dimaksud remaja adalah mereka yang beusia 12 sampai dengan 21 tahun. Usia 12
tahun merupakan awal pubertas bagi seorang gadis, yang disebut remaja kalau
mendapat menstruasi yang pertama. Sedagkan usia 13 tahun merupakan awalpubertas
bagi seorang pemuda ketika ia mengalami
masa mimpi yang pertama, yang tanpa disadarinya mengeluarkan sperma.jika oang
tua tidak mengerti akan hal ini, si anak bisa menjadi malu dan takut. Biasanya
pada gadis perkembangan biologisnya lebih cepat satu tahun dibandingkan dengan
perkenbangan biologis seorang pemuda karena gadis lebih dahulu mengawali remaja
yang akan berakhir pada sekitar usia 19 tahun, sedangkan pemuda baru mengakhiri
remajanya pada sekitar usia 21 tahun.
Bila ditinjau secara teoretis, masa remaja terdiri dari remaja puber dan
remaja adolesen. Remaja puber itu sendiri masih dibagi-bagi lagi kedalam awal
pubertas, pubertas dan akhir pubertas, sedangkan remaja adolesen terdiri awal
adolese, adolesen ,dan akhir adolesen. Kemudian ada masa peralihan masa anak
sekolah sebelum ia memasuki masa puber yang disebut masa pueral. Sebenarnya
antara masa yang satu dan masa yang lainya tak tampak batasbatasnya. Peralihan
dari masa ke mas berikutnyahanya terjadi secara berangsur-angsur dengan tidak
terasa, hanya sekali-sekali saja terjadi perubahan yang mendadak.
2. ciri-ciri remaja
Ada beberapa ciri yang harus diketahui diantarnya ialah :
A. Pertumbuhan
fisik
Pertumbuhan fisik mengalami perubahan dengan cepat, lebih cepat
dibandingkan masa anak-anak dan mas dewasa. Untuk mengimbangi pertumbuhan tyang
cepat itu, remaja membutuhkan makan dan tidur lebih banyak. Dalam hal ini
kadang-kadang orang tua tidak mau mengerti, dan marah-marah bila anaknya
terlalu banyak makan dan terlalu banyak tidur.
Perkembangan fisik mereka jelas terlihat pada tungkai dan tangan, tulang
kakidan tangan, otot-otot tubuh berkembang pesat, sehingga anak kelihatan bertubuh
tinggi, tetapi kepalanya masih mirip dengan anak-anak.
B. Perkembangan
seksual
Seksual mengalami perkembangan yanga kadang-kadang menimbulkan masalah dan
menjadi penyebab timbulnya perkelahian, bunuh diri, dan sebagainya.Tanda-tanda
perkembangan seksual pada anak laki-laki diantaranya :
Alat produksi spermanya mulai berproduksi,ia mengalami masa mimpi yang
pertama, yang tanpa sadar mengeluarkan sperma. Sedangkan pada anak perempuan
bila rahimnya sudah bisa dibuahi karena ia sudah mendapatkan menstruasi (datang
bulan) yang pertama.
Ciri-ciri lainya yang ada pada anak laki-laki ialah pada lehernya menonjol
buah jakun yang membuat nada suaranya menjadi pecah. Sehubungan dengan hal itu,
bila orang tua, kakak-kakaknya menggodanya, bisa menimbulkan masalah bagi anak
itu. Kemudian
diatas bibir dan disekitar kemaluanya mulai tmbuh bulu-bulu. Sedangkan pada
anak perempuan, karena produksi hormon dalam tubuhya. Dipermukaan wajahnya
bertumbuhan jerawat. Bila gadis yang sedang berjerawat itu di ejek, bisa juga menimbulkan
masalah. Selain anda-tanda itu terjadi penimbunan lemak yang membuat buah
dadanya mulai tumbuh, pinggulnya mulai melebar, dan pahanya membesar. Bila hal
ini terjadi lebih cepat atau lebih lambat, juga bisa menimbulkan masalah bagi
anak itu.
C. cara
berfikir kausalitas
Ciri ketiga adalah car berfikir kausalitas, yaitu menyangkut hubungan sebab
dan akibat. Misalnya remaja duduk di depan pintu, kemudian orang tua
melarangnya sambil berkata ”pantang” (suatu alasan yang bisa diberikan
orang-orang tua disumatra secara turun-temurun). Andaikan yang dilarang itu
anak kecil, pasti ia akan menurut perintah orang tuanya, tetapi remaja yang
dilarang akan mempertanyakan mengapa ia tidak boleh duduk di depan pintu. Bila
orang tua tidak mampu menjawab pertanyaan anaknya itu, dan menganggap anak yang
dinasehati itu melawan, lalu ia marah kepada anaknya, maka anak yang menginjak
remaja itu pasti akan melawanya. Sebab anak itu merasa dirinya sudah berstatus
remaja, sedangkan orang tua suka memperlakukannya sebagai anak-anak yang bisa
dibodoh-bodohi. Guru juga akan mendapat perlawanan bila ia tidak mengerti cara
berfikir remaja yang kausalitas.
Remaja sudah mulai berfikir kritis sehingga ia akan melawan bila orang tua,
guru, lingkungan, masih menganggapnya sebagai anak kecil. Bila guru dan orang
tua tidak memahami cara berfikir remaja, akibatnya timbulah kenakalan remaja
serupa perkelahian antar pelajar yang sering terjadi di kota-kota besar.
D. emosi
yang meluap-meluap
Keadaan emosi remaja masih labil karena erat hubunganya dengan keadaan
hormon. Suatu saat ia bisa sedih sekali, dilain waktu ia bisa marah sekali. Hal
ini terlihat pada remaja yang baru putus cintaatau remaja yang tersinggung
perasaannya karena, misalnya dipelototi. Kalau sedang senang-senangnya mereka
mudah lupa diri karena tidak mampu menahan emosi yang meluap-luap itu, bahkan
remaja mudah terjerumus kepada tindakan yang tidak bermoral, misalnya remaja
yang terlanjur asyik berpacaran bisa terlanjur hamilsebelum meeka dinikahkan,
bunuh diri karena putus cintanya, membunuh orang karena marah, dan sebagainya.
Emosi remaja lebih kuatdan lebih menguasai diri mereka dari pada berfikir
realistis.
E.
mulai tertarik kepada lawan
jenisnya
Secara biologis manusia terbagi atas dua jenis, yaitu laki-laki dan
perempuan. Dalam kehidupan sosial remaja, meeka mulai tertarik kepada lawan
jenisnya dan mulai berpacaran. Jika dalam hal ini orang tua kurang mengerti, kemudian
melarangnya, akan menimbulkan masalah, dan remaja akan bersikaptertutup
terhadap orang tuanya.
Secara biologis anak perempuan lebih cepat matang dari pada anak laki-laki.
Gadis yang berusia 14 sampai dngan 18 lebih cenderung untuk tidak merasa puas
dengan perhatian pemuda yang seusia dengannya. Karena itu ia tertarik kepada
pemuda yang usianya berapa tahun di atasnya. Keadaan ini berlangsung sampai ia
duduk di bangku kuliah. Pada masa itu akan terlihat pasangan muda-mudi yang
pemudanya berusia lebih tua dari pada gadisnya.
F. Menarik
perhatian lingkungan
Pada masa ini remaja mulai mencari perhatian dari lingkungannya, berusaha
mendapatkan status dan peranan seperti kegiatan remaja di kampung-kampung yang
diberi peranan. Misalnya mengumpulkan dana atau sumbangan kampung, pasti ia
akan melaksanakanya dengan baik. Bila tidak diberi peranan, ia akan melakukan
perbuatan yang menarik perhatian masyarakat, bila perlu melakukan perkelahian
atau kenakalan lainnya. Remaja akan mencari peranan di luar rumah bila orang
tua tidak memberi peranan kepadanya karena menganggapnya sebagai anak kecil.
G. Terikat
dengan kelompok
Remaja dalam kehidupan sosial sangat tertarik kepada kelompok pebayanya
sehingga tidak jarang orang tua di nomorduakan sedangkan kelompoknya di
nomorsatukan. Orang tua yang kurang mengerti pasti akan marah karena ia sendiri
yang memberi makan, membesarkan, membiayai sekolahnya, tetapi tidak dituruti omonganya
bahkan di nomorduakan oleh anaknya yang lebih menurut kepada kelompoknya.
Apa-apa yang diperbuatnya ingin sama dengan anggota kelompok lainnya, kalau
tidak sama ia merasa turun harga dirinya dan menjadi rendah diri. Dalam
pengalamanpun mereka berusaha untuk berbuat sama, misalnya berpacaran,
berkelahi dan mencuri. Apa yang dilakukan pimpinan ditirunya, walaupun yang
dilakukan itu tidak baik. Ini semua terjadi karena meeka kagum dengan kualitas
dan pribadi pimpinan kelompoknya sehingga ia loyal kepada pimpinan kelompoknya,
apa-apa katanya untuk boss, padahal bossnya itu tidak pernah
memberi seperti makan, biaya sekolah, apalagi gaji kepadanya.
Karena dirumah remaja itu tidak dimengerti oleh orang tuanya, dan
kakak-kakaknya tidak ”menganggap”, ia bergabung dengan kelompok sebayanya yang
mau menganggap, mau mengerti, apalagi dalam pengalaman yang sama. Dalam
kelompok itu dapat melampiaskan perasaan tekanan yang selama ini dirasakannya
karena tidak dimengerti dan tidak di anggap oleh orang tua serta kakak-kakaknya.
Kelompok atau gang sebenarnya tidak berbahaya asalkan kita bisa
mengarahkannya. Sebab dalam kelompok itu kaum remaja dapat memenuhi
kebutuhannya, misalnya kebutuhan dimengerti, kebutuhan di anggap, kebutuhan
diperhatikan, kebutuhan mencari pangalaman baru, kebutuhan berprestasi,
kebutuhan diterima statusnya, kebutuhan harga diri, rasa aman, yang belum tentu
dapat diperoleh dirumah ataupun disekolah.
3. Masa pueral
Dalam psikologi kata puer atinya
anak besar. Masa pueal merupakan bagian akhir dari masa anak sekolah. Puer
adalah anak yang tidak suka lagi diperlakukan sebagai anak, tetapi ia belum
termasuk golongan orang dewasa.
A. Perkembangan
jasmani
Tidak banyak yang kita ketahui tentang perkembangan jasmani ini karena masa
pueral dialami dalam tempo singkat saja. Anak laki-laki merasa badannya
bertambah kuatdari keadaannya di masa-masa yang lalu, pertambahan kekuatan itu
di ikuti oleh tanda-tanda lebih berani, senang beramai-ramai, suka mengganggu
orang lain, menimbulkan perselisihan dan perkelahian. Sebagian besar
sifat-sifat yang tampak pada anak laki-laki itu tidak begitu jelas kelihatan
pada anak perempuan. Suatu keistimewaan pada anak-anak perempuan adalah ia suka
tertawa riuh dan gembira sekali.
B. Perkembangan
psikis
(a). Pueral ingin dibei kesempatan untuk mengemukakan pendapatnya
sendiri. Ia tidak
mau selalu diperlakukan sebagai anak-anak. Mereka suka mencetuskan peasaanya,
jika di anggap perlu sampai memberontak, tetapi belum dapat dikatakan menentang
kewibawaan orang tua atau gurunya, segera setelah kejadian itu ia ingin damai
kembali.
(b). Mereka menganggap kekuasaan orang tua sebagai suatu hal yang sudah
semestinya, asalkan orang tua bertindak bijaksana. Mereka membutuhkan pimpinan
yang jujur, tegas, dan tindakanya tidak menyinggung rasa harga dirinya.
(c). Guru yang baik sikapnya sangat ditaati karena pueral sudah kritis,
tidak begitu saja menerima segala sesuatu. Perbuatan yang buruk dipandang buruk
karena perbuatan itu merugikan bagi dirinya sendiri., bukan karena perbuatan
itu memang buruk adanya.
Dalam masa pueral perasaan harga
diri bertambah kuat, keberanian melewati batas, suka menombongkan diri, sering
bertindak tidak sopan, dan gemar akan pengalaman yang luar biasa.
4. Prapubertas
Sebenarnya prapubetas masih termasuk kedalam masa peralihan. Masa ini
dialami anak perempuan lebih singkat dari pada lamanya di alami anak laki-laki.
Keda jenis berangsur-angsur melepaskan dirinya dari ikatan orang tuanya untuk
memungkinkan mereka dapat bertindak dan berfikir lebih bebas. Andaikan mereka
tidak dapat melepaskan dirinyadari keterikatan itudan merasa kemerdekaanya
terancam, dan kemungkinan mereka berontak atau sekurang-kurangnya tidak mau
menuruti perintah, tidak tunduk kepada peraturan. Bila sudah sampai padakepada
menentang orang tuadan lingkungannya, hal ini dapat mempersukar guru dalam
melaksanakan tugasnya.
Sehubungan dengan perubahan sikap seperti di atas itu Oswald kroh
menyebutnya ”masa menentang”. Datangnya masa ini disertai dengan gejala-gejala
sepeti mudah terkena pengaruh buruk dari teman-temannya, kegiatannya cenderung
merusak keadaan, suka mengganggu ketertiban umum, bertindak sesuka hatinya,
sering bertindak tidak sopan, suka melakukan perbuatan yang bertentangan dengan
kebiasaan, suka mencelah tetapi ia sendiri belum mampu untuk berbuat lebih
baik.
A.
Masa negatif
Hetzer dan Dartling telah meneliti
tentang masa negatif ini. Dalam masa ini perubaan-perubahan kejiwaan sangat
sukar diteliti secara obyektif karena perasaannya sangat tertegun dan
kelakuannya sangat pasif. Untuk mendapatkan informasi yang jelas hendaknya
penelitian dilakukan dengan pengamatan yang sistematis.
Dalam usaha memahami masa negatif ini, buku harian dapat dijadikan sebagai
obyek penelitian yang penting walaupun tidak semua muda-mudi menulis buku
harian. Tibanya masa negatif ditandai dengan timbulnya perasaan tertegun dan
kekurangannya aktifitas. Masa ini nanti akan berakhir dengan pulihnya kembali
aktivitas itu. Beberapa di antara sifat-sifat yang tampak pada masa negatif ini
ialah:
(a). Kemampuan bekerja menurun.
(b). kewajiban dan hobinya sering di abaikan.
(c). measa gelisah dan kurang senang terhadap keadaan lingkungannya.
(d).mereka sombong
selan masih memperlihatkan sifat-sifat kelemahannya.
Kita harus melihat
masa negatif ini sebagai mata rantai dalam rangkaian perubahan tingkah laku
yang harus dialami seseorang untuk menjadi individu yang matang jasmani dan
rohaninya. Selain kekurangan dan kelemahan-kelemahan pada dirinya, mereka juga
ingin memperbaiki kesalahannya, tetapi kondisi fisik dan psikisnya kuang
sanggup sehingga menimbulkan rasa kecewa dan putus asa yang kita khawatirkan
timbul keinginan untuk bunuh diri.
Dalam masa negatif
mudah terjadi pelanggaran moral, khususnya bagi mereka yang pendidikannya
kurang baik dan lingkungannya tidak turut mencegah keadaan yang kurang baik
itu. Dalam keadaan seperti inilah mereka membutuhkan bimbingan agar dapat
mengerti tentang keadaan dan tingkah lakunya.Charlotte Buhler menggambarkan
keadaan prapuber itu dengan kata-kata: saya sangat bermuram hati, tetapi saya
tak tahu apa sebabnya.
B.
Masa merindu puja
Dalam masa
prapubertas timbul masa merindu puja. Merindu puja itu tidak ditujukan kepada
manusia saja, juga kepada hal-hal yang abstrak yang sangat dikaguminya seperti
keindahan alam, kebaikan, dan kecantikan. Dalam hal ini jelas ada unsur
kejasmanian karena reaksi terhadap lingkungan umumnya bersifat psikofisik.
Selain itu juga terdapat aspek nafsu, yaitu ingin mencari kepuasan dan
kegembiraan, tetapi keinginan itu bukan berasal dari motif kejiwaan. Jika kita gambarkan
dengan kata-kata, merindu puja mengalami proses sebagai berikut:
-
seseorang dipuja karena bentuk,
sifat-sifat lahir yang dimilikinya, dan sifat-sifat batinnya
-
pujaan itu berdasarkan nilai kultur
yang didukung oleh individu itu sendiri, misalnya seorang pemimpin, seorang
tokoh, seorang aktor dan sebagainya.
Sifat-sifat
merindu puja
Dalammerindu puja
terkandung kesadaran bahwa mereka masih banyak kekurangannya dan masih
membutuhkan bimbingan dari lingkungannya. Rasa simpati dibentuk oleh kuatnya
dorongan seksual walaupun dorongan itu masih suci sifatnya. Merindu puja sangat
berlainan artinya dengan merindu cinta. Letak perbedaannya pada :
(a). Jika rindu
puja ditujukan kepada manusia yang menjadi idola, maka rindu cinta ditujukan
kepada manusia dari lawan jenisnya.
(b). jika rindu
puja tertuju kepada orang yang umumnya berbeda, maka rindu cinta tertuju kepada
orang yang sebaya umurnya.
(c). jika rindu
puja dapat tertuju kepada jenisnya sendiri, maka rindu cinta tertuju kepada
lawan jenisnya.
Hanya dalam hal-hal
yang abnormal saja rindu cinta itu ditujukan kepada jenisnya sendiri yang
disebut homoseksualitas.
KESIMPULAN
Perkembangan remaja melalui proses masa-masa perkembangan. Dalam masa
perkembangan juga tedapat cirri-ciri remaja antara lain meliputi pertubuhan
fisik, perkembangan seksual, cara berfikir kausalitas, emosi yang meluap-luap,
mulai tertarik kepada lawan jenis, menarik perhatian lingkungan, dan terikat
dengan kelompok.
Perkembangan remaja juga
melalui proses masa pueral yang di dalamnya meliputi perkembangan jasmani dan
perkembangan psikis.
Perkembangan juga melalui
masa pubertas dimana pada masa tersebut ada masa negative dan masa merindu
puja, yang dimana sifat merindu puja di bagi menjadi dua yaitu merindu puja dan
merindu cinta.
DAFTAR PUSTAKA
Zulkifli L, 1986, Psikologi
perkembangan, Bandung :Remaja Rosdakarya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar