Masa dewasa adalah periode
yang paling penting dalam masa khidupan, masa ini dibagi dalam 3 periode yaitu:
Masa dewasa awal dari umur 21,0 sampai umur 40,0. Masa dewasa pertengahan, dari
umur 40,0 sampai umur 60,0. dan masa akhir atau usia lanjut, dari umur 60,0
sampai mati.[1]
1.
Masa Dewasa Awal (Early Adulthood)
Masa dewasa awal adalah masa
pencaharian kemantapan dan masa reproduktif yaitu suatu masa yang penuh dengan
masalah dan ketegangan emosional, periode isolasi sosial, periode komitmen dan
masa ketergantungan, perubahan nilai-nilai, kreativitas san penyesuaian diri
pada pola hidup yang baru.
a.
Ciri-Ciri Masa Dewasa Dini
Masa dewasa dini adalah masa awal seseorang dalam
menyesuaikan diri terhadap pola-pola kehidupan baru dan harapan-harapan sosial
baru. Pada masa ini, seseorang dituntut untuk memulai kehidupannya memerankan
peran ganda seperti peran sebagai suami/isteri dan peran dalam dunia kerja
(berkarir).
Masa dewasa dini dikatakan sebagai masa sulit bagi individu
karena pada masa ini seseorang dituntut untuk melepaskan ketergantungannya
terhadap orang tua dan berusaha untuk bias mandiri.[2]
Di bawah ini ada 10 ciri-ciri masa dewasa dini yaitu;
1) Masa Pengaturan (settle down)
Pada masa ini seseorang akan “mencoba-coba” sebelum ia
menentukan mana yang sesuai, cocok, dan memberi kepuasan permanen. Ketika ia sudah
menemukan pola hidup yang diyakini dapat memenuhi kebutuhan hidupnya, ia akan
mengembangkan pola-pola prilaku, sikap, dan nilai-nilai yang cenderung akan
menjadi kekhasannya selama sisa hidupnya.
2) Masa Usia Produktif
Dinamakan sebagai masa produktif karena pada rentang usia
ini adalah masa-masa yang cocok untuk menentukan pasangan hidup, menikah, dan
berproduksi/menghasilkan anak. Pada masa ini organ reproduksi sangat produktif
dalam menghasilkan individu baru (anak).
3) Masa Bermasalah
Masa dewasa dini dikatakan sebagai masa yang sulit dan
bermasalah. Hal ini dikarenakan seseorang harus mengadakan penyesuaian dengan
peran barunya (perkawinan VS pekerjaan). Jika ia tidak bias mengatasinya maka
akan menimbulkan masalah. Ada 3 faktor yang membuat masa ini begitu rumit
yaitu; Pertama, individu tersebut kurang siap dalam menghadapi babak
baru bagi dirinya dan tidak bisa menyesuaikan dengan babak/peran baru tersebut.
Kedua, karena kurang persiapan maka ia kaget dengan 2 peran/lebih yang
harus diembannya secara serempak. Ketiga, ia tidak memperoleh bantuan
dari orang tua atau siapapun dalam menyelesaikan masalah.
4) Masa Ketegangan Emosional
Ketika seseorang berumur duapuluhan (sebelum 30-an), kondisi
emosionalnya tidak terkendali. Ia cenderung labil, resah, dan mudah
memberontak. Pada masa ini juga emosi seseorang sangat bergelora dan mudah
tegang. Ia juga khawatir dengan status dalam pekerjaan yang belum tinggi dan
posisinya yang baru sebagai orang tua. Maka kebanyakan akan tidak terkendali
dan berakhir pada stress bahkan bunuh diri. Namun, ketika sudah berumur 30-an,
seseorang akan cenderung stabil dan tenang dalam emosi.
5) Masa Keterasingan Sosial
Masa dewasa dini adalah masa dimana seseorang mengalami
“krisis isolas”, ia terisolasi atau terasingkan dari kelompok sosial. Kegiatan
social dibatasi karena berbagai tekanan pekerjaan dan keluarga. Hubungan dengan
teman-teman sebaya juga menjadi renggang. Keterasingan diintensifkan dengan
adanya semangat bersaing dan hasrat untuk maju dalam berkarir.
6) Masa Komitmen
Pada masa ini juga setiap individu mulai sadar akan
pentingnya sebuah komitmen. Ia mulai membentuk pola hidup, tanggungjawab, dan
komitmen baru.
7) Masa Ketergantungan
Pada awal masa dewasa dini sampai akhir usia 20-an,
seseorang masih punya ketergantungan pada orang tua atau organisasi/instnasi
yang mengikatnya.
8)Masa Perubahan Nilai
Nilai yang dimiliki seseorang ketika ia berada pada masa
dewasa dini berubah karena pengalaman dan hubungan sosialnya semakin meluas.
Nilai sudah mulai dipandang dengan kaca mata orang dewasa. Nilai-nilai yang
berubah ini dapat meningkatkan kesadaran positif. Alasan kenapa seseorang
berubah nilia-nilainya dalam kehidupan karena agar dapat diterima oleh
kelompoknya yaitu dengan cara mengikuti aturan-aturan yang telah disepakati.
Pada masa ini juga seseorang akan lebih menerima/berpedoman pada nilai
konvensional dalam hal keyakinan. Egosentrisme akan berubah menjadi social
ketika ia sudah menikah.
9) Masa Penyesuaian Diri dengan
Hidup Baru
Ketika seseorang sudah mencapai masa dewasa berarti ia harus
lebih bertanggungjawab karena pada masa ini ia sudah mempunyai peran ganda.
(peran sebagai orang tua dan sebagai pekerja.
10) Masa Kreatif [3]
Dinamakan sebagai masa kreatif karena pada masa ini
seseorang bebas untuk berbuat apa yang diinginkan. Namun kreatifitas tergantung
pada minat, potensi, dan kesempatan.
b.
Tugas Perkembangan
Masa Dini
Pada masa dewasa dini, banyak sekali harapan-harapan yang
ditujukan masyakat pada mereka yang memang berada pada masa ini. Banyak sekali
tugas-tugas yang harus dikembangkan, dan tingkat penguasaan tugas-tugas ini
akan sangat mempengaruhi tingkat keberhasilan mereka ketika sudah berusia
setengah baya.
Tugas perkembangan masa dewasa dini meliputi:
1. Pekerjaan
Seorang individu diharapkan sudah mendapatkan suatu
pekerjaan yang layak ketika ia berada pada masa dewasa dini sehingga ia bisa
dianggap mampu dan mempunyai peran atau posisi dalam masyarakat.
2. Pengakuan Sosial
Masa ini adalah masa dimana seseorang ingin mendapatkan
legalitas dan pengakuan dari masyarakat/kelompok sekitarnya. Ia menerima
tanggungjawab sebagai warga Negara dan akan bergabung dengan komunitas social
yang cocok dengannya.
3. Keluarga
Pada masa ini seseorang mulai mencari dan memilih pasangan
hidup yang cocok, lalu menikah, mempunyai anak, kemudian membina rumah tangga.
Ia mempunyai peran baru yaitu sebagai orang tua.
c.
Perubahan Minat
Pada Masa Dini
Seiring dengan bertambahnya tugas dan tanggungjawab yang
harus diemban seseorang ketika ia sudah menginjak masa dewasa dini, seseorang
akan mengalami pergeseran bahkan pengurangan bobot minat/keinginan terhadap
sesuatu. Hal ini disebabkan karena minat yang sudah ada pada dirinya sejak masa
kanak-kanak atau remaja terkadang sudah tidak sesuai lagi dengan perannya
sebagai orang dewasa selain itu juga bisa disebabkan oleh minat yang tidak lagi
memberi kepuasan seperti semula.
Masa dewasa dini tidak selalu menghilangkan minat seseorang
tetapi juga dapat membuat bobot pada minat yang dimiliki seseorang bergeser.
Ketika usia bertambah, orang biasanya tidak memperoleh minat baru kecuali bila
ia mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan minat itu.
Ada 3 jenis minat yang dapat dianggap sebagai cirri orang
dewasa, antara lain:
Minat Pribadi; meliputi
penampilan, pakaian & perhiasan, status, symbol kedewasaan, uang dan agama.
Ketika sudah dewasa banyak terjadi perubahan penampilan yang
dialami seseorang seiring dengan perubahan fisiknya. Ia mulai bisa memanfaatkan
penampilan tersebut dan berusaha untuk memperbaiki penampilan. Hal ini
dikarenakan kesadaran bahwa penampilan yang menarik adalah potensi besar dalam
meningkatkan pergaulan. Minat untuk meningkatkan penampilan mulai berkurang
menjelang umur 30-an ketika ketegangan dalam pekerjaan dan rumah tangga terasa
kuat.
Walaupun usia semakin bertambah namun minat terhadap pakaian
dan perhiasan juga ikut bertambah. Hal ini berhubungan dengan prestise dan
nilai seseorang dalam pergaulan.
Status adalah tanda-tanda tertentu yang membedakan seseorang
dengan orang lain. Symbol status dapat berupa mobil, rumah dan harta benda
laiinya yang dapat mempengaruhi tinggi rendahnya status seseorang dan dipandang
sebagai bukti keberhasilan ekonomi. Orang dewasa dini biasanya berusaha
menaikkan statusnya dengan cara memiliki simbol-simbol status seperti yang diterangkan
di atas.
Orang-orang dewasa beranggapan bahwa uang dapat memenuhi
kebutuhan hidup saat ini. Maka ia akan berusaha untuk memiliki banyak uang.
Minat Rekreasional;
Pada masa remaja bahkan kanak-kanak, orang berekreasi hanya
sekedar ikut-ikutan atau diajak orang lain/keluarga dan hanya berfungsi untuk
bermain. Namun pada masa dewasa apalagi jika sudah menjadi orang tua, orientasi
dari rekreasi tersebut adalah untuk menghilangkan kepenatan setelah lama
bekerja.
Rekreasi bisa berupa berbincang-bincang, bertamasya,
berolahraga, hiburan, atau sekedar menyalurkan hobi.
Minat Sosial[4]
Seperti telah dijelaskan di awal bahwa masa dewasa dini
adalah masa keterasingan sosial dimana seseorang (suami/isteri) akan merasa
sepi karena mereka kehilangan masa pergaulan yang menyenangkan ketika remaja.
Umumnya pergaulan dan kegiatan mereka lebih terpusat pada keluarga. Peran
anggota keluarga menggantikan peran teman. Mereka harus bisa mencari
penyelesaiannya dan berupaya untuk menjalin tali persahabatan baru dengan
lingkungan barunya.
Namun pada akhir tigapuluhan atau pertengahan empatpuluhan,
mereka sudah mempunyai banyak teman karean umumnya minat social mereka sudah
berkembang dan stabil.
Pada masa dewasa, minat pribadi akan semakin berkurang dan
minat sosial akan semakin bertambah.
d.
Penyesuan Peran Seks Pada Masa Dini
Penyesuain peran seks pada masa dewasa dini sangatlah sulit.
Ketika masa remaja, laki-laki dan perempuan menyadari akan peran peraturan dan
peran seks yang direstui oleh masyarakat, tetapi ketika mereka telah dewasa,
biasanya peraturan dan peran seks tersebut tidak bisa diterima sepenuhnya.
Pada konsep tradisional, peran seks lebih dominant untuk kaum
pria. Ketika sudah menikah biasanya laki-laki menduduki posisi yang paling
tinggi dan berwenang dalam mengambil keputusan. Sedangkan perempuan tidak
diharapkan bekerja di luat rumah tetapi hanya mengurus anak-anak di dalam
rumah.
Berbeda dengan konsep egalitarian yang menjunjung tinggi
persamaan derajat antara pria dan wanita. Setiap laki-laki atau perempuan,
suami-isteri mempunyai porsi yang sama dan mempunyai kesempatan yang sama dalam
mengaktualisasikan potensinya.
Konsep persamaan hak ini dapat diterima oleh semua kelompok
sosial termasuk kelompok tradisional.
e.
Bahaya Personal dan Sosial pada Masa
Dewasa Dini
Seseorang terlihat belum matang pada usia dini diakibatkan
oleh kegagalannya dalam menguasai beberapa atau sebagian besar dari tugas
perkembangan yang penting pada masa dewasa dini.
Kegagalan dalam menguasai tugas perkembangan masa dewasa
dini dapat mempengaruhi penyesuaian pribadi dan sosial seseorang. Mereka akan
selalu merasa kecewa dan tidak puas dengan apa yang dimiliki dibandingkan
dengan orang dewasa seusianya. Beberapa bahaya personal dan sosial pada masa
dewasa dini diantaranya;
Bahaya Fisik
Bahaya fisik yang paling penting dan paling umum dalam masa
dewasa dini adalah bentuk fisik dan penampilan yang kurang menarik yang
mempersulit penyesuaian diri pribadi dengan kehidupan sosial.
Bahaya Sosial dan Bahaya Peran
Seks
Mendapatkan suatu kelompok sosial tempat mengidentifikasi
diri khususnya dalam mobilitas sosial dan penerimaan peran seks tradisional
merupakan hambatan kejiwaan yang harus ditanggulangi setiap orang dalam
kehidupan pribadi dan sosial mereka.
2.
USIA DEWASA TENGAH
Usia dewasa tengah (Middle
adulthood) disebut sebagai periode perkembangan yang dimulai kira- kira 35-45
tahun hingga memasuki usia 60an tahun. (Santrock, 1995)
Perubahan Fisik
Pada
masa ini, mulai terjadi perubahan fungsi-fungsi fisik yang dimiliki manusia.
Perubahan fungsi melihat dan mendengar merupakan perubahan yang paling tampak
pada masa dewasa tengah ini.[5]
Fungsi melihat berkurang dikarenakan oleh beberapa hal, diantaranya menurunnya
daya akomodasi mata, retina mata menjadi kurang sensitive terhadap intensitas
cahaya yang rendah, dan berkurangnya aliran darah pada mata . Khususnya,
individu pada usia tengah baya mulai mengalami kesulitan melihat obyek-obyek
yang dekat (Kline & Scheiber, 1985). Sedangkan fungsi mendengar berkurang,
disebabkan oleh sensitivitas pada nada tinggi mulai menurun. Selain fungsi
melihat dan pendengaran, juga terjadi penurunan terhadap kekuatan otot dan
piringan sendi seseorang pada masa ini sehingga menyebabkan tulang-tulang
bergeser lebih dekat antara satu dengan yang lainnya dan berakibat seseorang
menjadi semakin pendek.
Perkembangan Kognitif
Aspek
kognitif yang terlihat menurun pada masa dewasa tengah ini adalah daya ingat. Banyak
hal yang menyebabkan daya ingat menurun. Menurut penelitian Craik (1997), daya
ingat menurun pada masa dewasa tengah lebih mungkin terjadi ketika memori
jangka panjang(long
term memory) terlibat daripada
memori jangka pendek (short term memory). Daya ingat juga lebih
mungkin turub ketika organisasi dan
pembayangan tidak digunakan (Hultsch, 1971 ; Smith, 1977). Daya ingat juga
cenderung menurun ketika informasi yang coba diingat kembali adalah informasi
yang disimpan baru-baru ini atau tidak sering digunakan. Daya ingat pada masa
dewasa tengah akan menurun juga jika kesehatannya jelek dan sikapnya negative
(Poon, 1985 ; Salthouse, 1989). Dan akhirnya, daya ingat cenderung menurun jika
diharapkan mengingat (recall) daripada mengenali (recognize).
Teori Perkembangan Psikososial
Erikson – Fase Generativitas Vs. Fase Stagnasi
Erikson (1968) percaya bahwa orang dewasa tengah menghadapi persoalan
yang signifikan, yaitu generativitas vs. stagnasi.Generativi
tias mencakup rencana-rencana orang dewasa atas apa yang mereka harap dapat
dikerjakan guna meninggalkan warisan dirinya sendiri pada generasi selanjutnya.
Melalui generativitas, orang dewasa mencapai semacam imortalitas dengan
meninggalkan warisan seseorang pada generasi selanjutnya (McAdams, 1990). Sedangkan
Stagnasi berkembang ketika individu merasa bahwa mereka tidak melakukan apa-apa
bagi
generasi selanjutnya
3.
Masa Usia Lanjut ( Later Adulthood).
Usia lanjut adalah periode penutup dalam rentang hidup
seseorang. Masa ini dimulai dri umur enam puluh tahun sampai mati, yang di
tandai dengan adanya perubahan yang bersifat fisik dan psikologis yang semakin
menurun.[6]
Perkembangan
masa dewasa akhir atau usia lanjut, membawa penurunan fisik yang lebih besar
dibandingkan dengan periode periode usia sebelumnya. Kita akan mencatat
rentetan perubahan perubahan dalam penurunan fisik yang terkait dengan penuaan,
dengan penekanan pentingnya perkembangan perkembangan baru dalam penelitian
proses penuaan yang mencatat bahwa kekuatan tubuh perlahan lahan menurun dan
hilangnya fungsi tubuh kadangkala dapat diperbaiki.
Inilah
yang biasanya terjadi pada usia dewasa lanjut dan berikut adalah beberapa
penurunan dan hilangnya fungsi tubuh dalam hal fisiologis masa perkembangan
masa dewasa akhir atau usia lanjut[7]:
a. Otak dan sistem syaraf
Saat
kita tua kita kehilangan sejumlah neuron, unit unit sel dasar dari sistem
syaraf. Beberapa peneliti memperkirakan kehilangan itu mungkin sampai 50%
selama tahun tahun. dewasa. Walaupun penelitian lain percaya bahwa kehilangan
itu lebih sedikit dan bahwa penyelidikan yang tepat terhadap penyelidikan
hilangnya neuron belum dibuat di dalam otak.
Barangkali
penyelidikan yang lebih masuk akal adalah bahwa 5 sampai 10 persen dari neuron
kita akan berhenti tumbuh sampai kita mencapai usia 70 tahun. Setelah itu,
hilangnya neuron akan lebih cepat.
Aspek yang
signifikan dari proses penuaan mungkin adalah bahwa neuron neuron itu tidak
mengganti dirinya sendiri. Meskipun demikian otak dapat cepat sembuh dan
memperbaiki kemampuannya, hanya kehilangan sebagian kecil dari kemampuannya
untuk bisa berfungsi di masa dewasa akhir.
b.
Perkembangan Sensori
Perubahan sensori fisik masa dewasa akhir melibatkan
indera penglihatan, pendengaran, perasa, pembau, dan indera peraba. Pada masa
dewasa akhir penurunan indera penglihatan bisa mulai dirasakan dan terjadi
mulai awal masa dewasa tengah. Adaptasi terhadap gelap lebih menjadi lambat,
yang berarti bahwa orang rang lanjut usia membutuhkan waktu lama untuk
memulihkan kembali penglihatan mereka ketika keluar dari ruangan yang terang
menuju ke tempat yang agak gelap.
Penurunan penglihatn ini biasanya dapat dirunut dari
pengurangan kualitas dan intensitas cahaya yang mencapai retina. Di puncak usia
tua, perubahan ini mungkin disertai oleh perubahan perubahan kemunduran dalam
retina, menyebabkan beberapa kesulitan dalam penglihatan.
Meskipun
pendengaran dapat mulai pada masa dewasa tengah, hal itu biasanya tidak banyak
membawa kesulitan sampai masa dewasa akhir. Pada saat itu banyak sekali alat
bantu pendengaran yang bisa dipakai untuk bantuan pendengaran. Tuli, biasanya
disebabkan oleh kemunduran selaput telinga, syaraf penerima penerima suara
didalam telinga.Selain berukurangnya penglihatan dan pendengaran juga mengalami
penurunan dalam kepekaan rasa dan bau.
Kepekaan terhadap rasa pahit dan masam bertahan lebih lama dibandingkan dengan
rasa manis dan asin.
c. Sistem peredaran darah
Tidak lama berselang terjadi penurunan jumlah darah yang dipompa oleh jantung dengan seiringnya pertambahan usia sekalipun pada orang dewasa yang sehat. Bagaimanapun, kita mengetahui bahwa ketika sakit jantung tidak muncul, jumlah darah yang dipompa sama tanpa mempertimbangakan usia pada masa dewasa. Kenyataannya para ahli penuaan berpendapat bahwa jantung yang sehat dapat menjadi lebih kuat selama kita menua dengan kapasitas meningkat bukan menurun.
Tidak lama berselang terjadi penurunan jumlah darah yang dipompa oleh jantung dengan seiringnya pertambahan usia sekalipun pada orang dewasa yang sehat. Bagaimanapun, kita mengetahui bahwa ketika sakit jantung tidak muncul, jumlah darah yang dipompa sama tanpa mempertimbangakan usia pada masa dewasa. Kenyataannya para ahli penuaan berpendapat bahwa jantung yang sehat dapat menjadi lebih kuat selama kita menua dengan kapasitas meningkat bukan menurun.
d. Sistem pernafasan
Kapasitas akan menurun pada usia 20 hingga 80 tahun sekalipun tanpa penyakit. Paru paru kehilangan elatisitasnya, dada menyusut, dan diafragma melemah. Meskipun begitu berita baiknya adalah bahwa orang dewasa lanjut dapat memperbaiki fungsi paru paru dengan latihan latihan memperkuat diafragma.
Kapasitas akan menurun pada usia 20 hingga 80 tahun sekalipun tanpa penyakit. Paru paru kehilangan elatisitasnya, dada menyusut, dan diafragma melemah. Meskipun begitu berita baiknya adalah bahwa orang dewasa lanjut dapat memperbaiki fungsi paru paru dengan latihan latihan memperkuat diafragma.
e. Seksualitas
Penuaan menyebabkan beberapa perubahan penurunan dalam hal seksualitas manusia, lebih banyak pada laki laki dari pada perempua. Orgasme menjadi lebih jarang pada laki laki, terjadi dalam setiap 2 sampai 3 kali hubungan seksual bukan setiap kali. Rangsangan yang lebih langsung biasanya dibutuhkan untuk ereksi. Sekalipun hubungan seksual terganggu oleh kelemahan, relasi lainnya harus dipertahankan, diantara kedekatan sensualitas, dan nilai sebagai seorang laki laki maupun wanita.
Penuaan menyebabkan beberapa perubahan penurunan dalam hal seksualitas manusia, lebih banyak pada laki laki dari pada perempua. Orgasme menjadi lebih jarang pada laki laki, terjadi dalam setiap 2 sampai 3 kali hubungan seksual bukan setiap kali. Rangsangan yang lebih langsung biasanya dibutuhkan untuk ereksi. Sekalipun hubungan seksual terganggu oleh kelemahan, relasi lainnya harus dipertahankan, diantara kedekatan sensualitas, dan nilai sebagai seorang laki laki maupun wanita.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Masa dewasa dini adalah masa terpanjang setelah masa
kanak-kanak dan masa remaja. Masa ini adalah masa dimana seseorang harus
melepaskan ketergantungannya dari orang tua dan mulai belajar madiri karena ia
sudah mempunyai peran dan tugas-tugasnya yang baru.
Tugas-tugas perkembangan pada masa dewasa dini jika tidak
dioptimalkan dengan baik akan menjadi bumerang bagi dirinya sendiri di masa
yang akan datang. Perubahan minat, mobilitas sosial, dan penyesuaian peran seks
pada masa ini juga sangat berpengaruh bagi tiap individu.
Bahaya personal dan sosial sering diakibatkan oleh ketidak
matangan seseorang pada masa ini yang ditandai dengan kegagalannya dalam
menjalankan tugas-tugas perkembangan pada masa dewasa dini.
DAFTAR PUSTAKA
Elizabeth
B. Hurlock, Psikologi Perkembangan, Jakarta: Erlangga. 1980.
Agoes Dariyo. 2003, Psikologi Perkembangan
Dewasa Muda,Jakarta;PT.Gramedia Widiasarana Indonesia
Drs.Johan W Kandau.1991,Psikologi Umum,Jakarta;PT.Gramedia
Pustaka Utama
B.P Dwi Riyanti dan Hendro Prabowo.1998,Psikologi Umum,Jakarta;Universitas
Gunadarma Press
Tidak ada komentar:
Posting Komentar