Mau buat buku tamu ini ?
Klik di sini
Sumber : http://ramadhanlmzero.blogspot.com/2012/12/cara-membuat-buku-tamu-keren-di-blog.html#ixzz3IAOAM1NV

Selasa, 11 November 2014

PSIKOLOGI ANAK PADA MASA BAYI

     Proses pekembangan jasmani dan rohani sudah dimulai sejak anak dalam kandungan atau disebut dengan masa pranatal,biasanya Sembilan bulan sepuluh hari lamanya. Arti Penting periode pranatal bagi perkembangan ,Pembuahan sel telur wanita oleh sperma laki-laki dianggap sebagai salah satu masa yang sangat penting dan menentukan perkembangan manusia pada periode-periode selanjutnya menurut  Elizabeth B. Hurluck (1980), setidaknya ada kondisi-kondisi yang memberikan pengaruh besar terhadap perkembangan individu baru di masa datang yaitu:[1]
a)      penentuan sifat bawaan
b)      Penentuan jenis kelamin
c)      Penentuan jumlah anak
d)      Penentuan posisi urutan anak
e)      Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pranatal
f)       Kesehatan ibu
g)      Gizi ibu
h)      Pemakaian bahan kimia oleh ibu
i)        Keadaan dan ketegangan emosi ibu
Jadi perkembangan bukan dimulai dari saat lahirnya, namun sejak dalam kandungan.
Masa bayi baru lahir dimulai dari sejak bayi lahir sampai bayi berumur kira-kira 10 atau 15 hari. Dalam perkembangan manusia masa ini merupakan fase pemberhentian (Plateau stage) artinya masa tidak terjadi pertumbuhan atau perkembangan.
         Ciri-ciri yang penting dari masa bayi baru lahir ini ialah:
a)      Periode ini merupakan masa perkembangan yang tersingkat dari seluruh periode perkembangan.
b)      Periode ini merupakan saat penyesuaian diri untuk kelangsungan hidup/ perkembangan janin.
c)      Periode ini ditandai dengan terhentinya perkembangan.
d)     Di akhir periode ini bila si bayi selamat maka merupakan awal perkembangan lebih lanjut.

     Masa bayi (babyhood) dimulai dari umur 2 minggu sampai umur 2 tahun.[2] Masa bayi ini dianggap sebagai periode kritis dalam perkembangan kepribadian karena merupakan periode di mana dasar-dasar untuk kepribadian dewasa pada masa ini diletakkan.
     Pada waktu lahir kemampuan otak telah terbentuk 50% dan kemampuan itu akan terus bertambah sampai dengan umur 5 tahun. Pertumbuhan otak sangat bergantung pada kondisi kesehatan anak. Ketika lahir, berat normal bayi berkisar antara 2,5 kg - 4 kg. Berat lahir ini dipengaruhi kesehatan ibu dan janin.Untuk anak berumur 2 tahun berat badan yang ideal 10 kg dan anak berumur 3 tahun berat badannya 11,5 kg.Pertambahan berat badan itu dipengaruhi oleh keadaan gizi yang terkandung dalam kebutuhan makanan.
     Perkembangan rohani tak dapat diselidiki terlepas dari perkembangan jasmani. Ada perbedaan antara keduanya ,perbedaan itu tidak selalu perlu apalagi pada seorang bayi. Pada saat lahir yang dapat dilakukan oleh bayi adalah menggerakkan bibir dan lidahnya berupa gerakan mengisap dan meludah. Bila bayi diberi susu, air yang manis, ia akan mengisap-isap. Bila diberi air jeruk yang masam,obat yang pahit,ia meludah-ludah mengeluarkan benda yang tidak enak rasanya itu.
     Bayi merupakan makhluk yang perlu dilindungi. Semua kebutuhannya harus terpenuhi seperti apa yang diinginkannya, tetapi ia belum mampu menyatakannya, ia hanya bisa menangis. Bila ibu mendengar bayinya menangis, ibu baru pertama kali mempunyai bayi tentu akan merasa bingung, tidak mengerti apa yang harus diperbuat.


Adapun Perkembangan dalam Masa Bayi meliputi :
1.  Pandangan tentang masa Vital
                 Menurut arti harfiahnya kata vital diartikan penting. Jadi masa bayi dianggapnya sebagai masa perkembangan yang sangat penting. Anak mengalami perubahan yang pesat dalam perkembangan jasmani dan rohaninya. Untuk mengimbangi proses perkembanga yang sangat pesat  itu ia memerlukan pemenuhan kebutuhan seperti makanan sehat, pakaian yang bersih, perawatan yang teratur dan sebagainya, sampai ia usia satu setengah tahun.
                 Sebagian besar bayi menggunakan waktunya untuk tidur, waktu yang sebagian lagi digunakan untuk menyusu dan menyatakan keiginannya dengan cara menangis. Ternyata cara menangis juga berlainan, ada yang seakan-akan bersemangat dan ada yang seakan-akan lesu saja. Ketika bayi lahir, dunia ini dimasukinya dengan salam tangis. Kalau ia tidak menangis, dukun, bidan, dokter yang menyambut kelahirannya akan memaksanya menangis. Sebelumnya telah menyiapkan alat-alatnya kalau-kalau bayi yang akan lahir itu tidak menangis, umpamanya alat penyedot lender yang diperkirakan menutupi rongga pernapasan. Setelah bayi menangis bidan merasa lega, diperkirakan dengan tangis itu paru-parunya segera berfungsi. Tafsiran tentang tangis bayi pertama banyak menjadi pembicaraan para ilmuwan.
a.       Imanuel Kant
Secara filosofis ia menafsirkan tangis itu sebagai protes rohaniah manusia terhadap belenggu kepancainderaan yang dideritanya.
b.      Sigmund Freud
Ia dan beberapa ahli psikoanalisis lain menafsirkan tangis itu sebagai suatu pernyataan ingin kembali kea lam embrio, alam yang digambarkan sebagai alam yang tenang, hangat, member rasa aman. Dengan lahirnya ia ke dunia berakhirlah keadaan ideal sebelum itu. Kelahiran itu sendiri sangat mengejutkan dan menimbulkan rasa takut yang dinyatakan dengan menangis.
c.       Dr.Sis Heyster
Ia adalah seorang ahli kesehatan,menurutnya tangis itu adalah tanda bahwa ia bereaksi yang disebabkan oleh dorongan yang dating dari dalam diri sendiri.
Demikianlah kita lihat bahwa tangis yang pertama itu mempunyai arti yang khusus, yaitu menjalankan alat pernapasan. Ada tiga macam tangis:
a)      Tangis untuk menyatakan rasa tak nyaman (tak senang).Tangis ini merupakan reaksi terhadap perangsang yang tak menyenangkan, seperti lapar, haus, pakaian basah dan sebagainya.
b)      Tangis yang tidak disebabkan suatu hal tertentu (perangsang tertentu) ketika bayi menangis dengan sendirinya tanpa ada suatu sebab. Tangis ini dinamakan tangis spontan, untuk tujuan latihan pernapasan.
c)      Tangis dengan selingan-selingan sedikit. Tangis ini dinamakan tangis manja, untuk maksud minta digendong atau ditimang-timang.

2.     Perkembangan Penghayatan dan Pengamatan
                 Penghayatan pancaindera dan penghayatan perasaan merupakan satu kesatuan (totalitas)yang belum terpisah-pisah.Di antara keduanya yang terbanyak ialah perasaan tak suka.Mengenai pendengarannya,ia hanya mereaksi terhadap bunyi-bunyian yang keras, setelah itu ia tidur kembali.Indera peraba baru sedikit berkembang,umpamanya merasakan pakaiannya yang ketat, tekanan kepalanya ke atas tempat tidur, gerakan ke atas atau ke bawah pada saat ia diangkat, sudah dapat dirasakan. Rasa lapar ,dingin, celananya kotor, menimbulkan rasa tak nyaman yang membuatnya kembali.
                 Pengamatan pada anak kecil bersifat global. Yang mul-mul dilihatnya berupa kesan seluruhnya, kesan umum yang kabur, kesan-kesan seluruhnya yang tampak samar-samar itu dalam bahasa jerman disebut gestalt, yaitu totalitas yang mengandung arti penuh. Orang yang pertama dikenalnya hanya ibu,itupun pada saat-saat ibu menyusukannya. Sambil menyusu diperhatikannya wajah ibu, yang tampak hanya berupa kesan umum yang kabur. Kemudian setelah berulang kali mengamati wajah ibu seperti mata, hidung, mulutnya dan sebagainya. Demikianlah pengamatan anak itu berkembang dari gestalt berangsur-angsur menuju ke struktur.

3.     Perkembangan Motoris
     Mari kita selidiki apa sebenarnya motorik itu. Ada tiga unsur yang memegang peranan,yaitu otot, otak dan saraf. Gerakan-gerakan tubuh yang dimotori dengan kerja saman antara otot, otak dan saraf, dinamakan motorik. Perkembangan motorik anak dibagi menjadi dua:[3]
1)   Keterampilan motorik kasar meliputi kegiatan otot-otot besar seperti menggerakkan lengan dan berjalan.
2)   Keterampilan motorik halus atau keterampilan manipulasi meliputi gerakan-gerakan menyesuaikan secara lebih halus, seperti ketangakasan jari.
Adapun ciri-ciri gerakan motoris :
·         Gerakan dilakukan dengan tidak sengaja,tidak ditujukan untuk maksud-maksud tertentu.
·         Gerak yang dilakukan tidak sesuai untuk mengangkat benda.
·         Gerak serta,umpamanya kita perhatikan anak yang bermain-main dengan botol susunya,kelihatan bahwa mulut,leher dan kepalanya turut bergerak semuanya.Gerak-gerakan yang berlebihan merupakan cirri-ciri dari motorik yang masih muda.
Berikut adalah macam-macam gerakan:
a)      Gerakan instinkif
Instink adalah kemampuan bertindak tepat,tidak mempergunakan pikiran,diperoleh dari alam sejak dilahirkan.Gerakan instink disebabkan oleh dorongan dari dalam diri untuk memuaskan dorongan itu.Gerak instink pertama dimiliki adalah kepandaian menghisap.misalnya bagaimana caranya bayi pada saat menyusu.
b)      Gerakan reflex
Gerakan reflex disebabkan oleh dorongan dating dari luar berbentuk perangsang. Reaksi-reaksi itu digolongkan menjadi 2 bagian:
a.       Reaksi bersifat positif
Misalnya gerakan untuk menyatakan rasa puas, ia mengisap-isap bila mulutnya tersentuh pada tetek ibunya.
b.      Reaksi negative
Gerakan yang dilakukan untuk menolak perangsang yang tidak menyenangkan, misalnya meludah-ludah kalau merasa pahit.
c)      Gerakan spontan
Pada gerakan spontan dorongan atau perangsangnya datang dari dalam diri sendiri,mulanya dirasakan sebagai tidak bertujuan,seperti meggoyang-goyangkan kaki yang tergantung,meremas-remas jari tangan,ingin menangis dan sebagainya.

4.     Belajar Berjalan
Masa bayi berlangsung kurang lebih satu setengah tahun lamanya. Masa ini penuh dengan latihan-latihan, dan banyak kemajuan yang dapat dicapainya. Semua kegiatan dapat kita bicarakan yang terpenting ialah belajar berjalan dan berbicara. Untuk sementara terlebih dahulu kita bahas belajar berjalan.
     Berikut adalah perkembangan bayi 1 tahun pertama pada umumnya, namun perkembangan tiap bayi tentunya berbeda-beda satu sama lain.
§  1 bulan : Secara refleks dapat memegang benda yang menyentuh telapak tangannya.
§  2 bulan : Dapat menatap, dapat tersenyum, ia menggerakkn dan memutar kepalanya dengan susah payah.
§  3 bulan : Menggerakkan benda yang dipegangnya, memandang gerakan benda dengan bola mata sampai ke sudut matanya
§  4 bulan : Bermain dengan kedua tangan dan memasukkan tangan ke mulut, tertawa, bergurau, tengkurap
§  5 bulan: Menggulingkan badan, menyentuh mainan, membedakan suara
§  6 bulan :Bertopang pada kedua tangan, memindahkan mainan dari satu tangan ke tangan lainnya, menoleh
§  7 bulan : Membalikkan badan, bermain dengan tangan dan kaki, mulai mengoceh
§  8 bulan : Belajar duduk, memperhatikan gerak gerik orang, tertarik pada bayangan sendiri dalam cermin
§  9 bulan : Merayap, dapat berdiri tegak bila dipegang, main cilukba/petak umpet
§  10 bulan : Berayun pada tangan dan lutut, belajar berdiri sambil berpegangan, menjepit benda dengan kedua jari tangan
§  11 bulan : Merangkak, belajar berjalan ke samping atau rambatanBerjalan bila kedua tangan dipegang
§  12 bulan : Berjalan sendiri, bermain kejar-kejaran, dapat mengerjakan tugas-tugas sederhana.

5.     Belajar Berbicara[4]
     Kemajuan mencapai kesanggupan berbicara harus melalui latihan-latihan yang tidak ringan, menghendaki kesempatan yang cukup, dan melalui taraf-taraf yang telah tertentu walaupun didalamnya dijumpai pebedaan-perbedaan individual.
     Perkembangan bahasa tingkat permulaan ini dapat dianggap semacam persiapan berbicara.
Ø Pada bulan-bulan pertama,bayi hanya pandai menangis. Dalam hal ini tangis dianggap sebagai pernyataan rasa tak senang
Ø Kemudian ia menangis dengan cara yang berbeda-beda menurut maksud yang hendak dinyatakannya.
Ø Selanjutnya mengeluarkan bunyi (suara-suara) yang banyak ragamnya, tetapi bunyi-bunyi itu belum mempunyai arti, hanya untuk melatih pernapasan dan alat-alat bicara saja.
Ø Menjelang usia pertengahan di tahun pertama, ia meniru suara-suara yang didengarnya, kemudian mengulangi suara itu, tetapi bukan karena ia sudah mengerti apa yang dikatakan kepadanya.
     Ada sesuatu yang ganjil dalam perkembangan bahasa ini. Setelah anak memperlihatkan beberapa kemajuan perkembangan bahasa itu seakan-akan berhenti sampai ia pandai berjalan, jika ia sudah pandai berjalan, barulah ia memasuki tingkat perkembangan bahasa sebenarnya.

6.      Kegiatan selama 24 jam
     Bayi yang baru lahir menghabiskan lebih banyak waktunya untuk tidur. Rata-rata bayi yang baru lahir tidur selama 16 hingga 17 jam sehari. Biasanya jumlah tidur bayi itu berkurang secara teratur setiap bulan. Pada masa perkembangan selama tahun pertama, ada tiga bulan yang sangat pesat perkembangannya, yaitu bulan ketiga, bulan keenam dan bulan kesepuluh.














BAB III
PENUTUP
Alhamdulillahi robb al-‘alamin akhirnya makalah ini dapat terselesaikan dengan sempurna, penulis banyak mengucapkan terima kasih atas dukungan dari semua pihak yang telah memberi dukungan baik secara materiil maupun moril, semoga makalah ini bermanfa’at bagi penulis khususnya dan bagi kita semua umumnya .
a)        Kesimpulan
1.    Dalam perkembangan individu ada beberapa factor yang mempengaruhi diantaranya :
a)      penentuan sifat bawaan
b)      Penentuan jenis kelamin
c)      Penentuan jumlah anak
d)     Penentuan posisi urutan anak
e)      Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pranatal
f)       Kesehatan ibu
g)      Gizi ibu
h)      Pemakaian bahan kimia oleh ibu
i)        Keadaan dan ketegangan emosi ibu
2.    Perkembangan masa bayi atau balita meliputi :
a)      masa Vital
b)      Perkembangan Penghayatan dan Pengamatan
c)      Perkembangan Motoris
d)     Belajar Berjalan
e)      Belajar Berbicara
f)       Kegiatan selama 24 jam

b)       Saran
Demikianlah makalah ini kami persembahkan dan hanya sebatas inilah kemampuan penulis dalam menyusun makalah. Semoga para pembaca terutama dosen pengampuh mata kuliah Bahasa Indonesia Perguruan tinggi STAI BU Tambakberas Jombang dapat mengambil sedikit banyak manfa’at dari makalah ini.
Saran dan kritik yang sifatnya membangun dari semua pihak sangat kami harapkan, khususnya :
1.      Dosen Mata Kuliah Bahasa Indonesia
2.      Semua Dosen dan Pengajar di Perguruan Tinggi STAI BU Tambakberas Jombang
3.      Teman-teman sepertuangan, Teman kuliah, Teman Sepermainan
4.      Semua Keluarga Tercinta.
Dan sedikit kami berpesan pada semua yang kami sebutkan di atas :
1.      Marilah kita semua senantiasa cinta pada Ilmu atau ahli ilmu.
2.      Marilah mempelajari psikolgi-psikolgi atau jiwa-jiwa manusia untuk tujuan introspeksi diri atau mengetahui bagaimana jiwa teman kita semua, khususnya kita tahu akan psikologi seorang mulai dari masa kanak-kanak.

Dan semoga makalah ini memberi guna dan manfaat. Amin.
















DAFTAR PUSTAKA

Al-Qur’an al-karim dan terjemahanya
Zulkifli. 2002. Psikologi Perkembangan. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya.
http/:bayi.www.com
http/:psikologi-bayi-balita.co.cc
Elizabeth, B Hurlock. 1980. Psikologi Perkembangan. Erlangga. Jakarta





[2] Elizabeth, B Hurlock. 1980. Psikologi Perkembangan. hal : 76
[3] Elizabeth, B Hurlock. 1980. Psikologi Perkembangan. hal : 81
[4] Elizabeth, B Hurlock. 1980. Psikologi Perkembangan. hal : 83

Tidak ada komentar:

Posting Komentar