Proses pekembangan jasmani dan rohani sudah dimulai sejak anak
dalam kandungan atau disebut dengan masa pranatal,biasanya Sembilan bulan
sepuluh hari lamanya. Arti Penting periode pranatal bagi perkembangan ,Pembuahan
sel telur wanita oleh sperma laki-laki dianggap sebagai salah satu masa yang
sangat penting dan menentukan perkembangan manusia pada periode-periode
selanjutnya menurut Elizabeth B. Hurluck
(1980), setidaknya ada kondisi-kondisi yang memberikan pengaruh besar terhadap
perkembangan individu baru di masa datang yaitu:[1]
a)
penentuan sifat bawaan
b)
Penentuan jenis kelamin
c)
Penentuan jumlah anak
d)
Penentuan posisi urutan anak
e)
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pranatal
f)
Kesehatan ibu
g)
Gizi ibu
h)
Pemakaian bahan kimia oleh ibu
i)
Keadaan dan ketegangan emosi ibu
Jadi perkembangan bukan dimulai dari saat lahirnya, namun sejak dalam
kandungan.
Masa bayi baru lahir dimulai dari sejak bayi lahir
sampai bayi berumur kira-kira 10 atau 15 hari. Dalam perkembangan manusia masa
ini merupakan fase pemberhentian (Plateau stage) artinya masa tidak terjadi
pertumbuhan atau perkembangan.
Ciri-ciri
yang penting dari masa bayi baru lahir ini ialah:
a)
Periode ini merupakan masa
perkembangan yang tersingkat dari seluruh periode perkembangan.
b)
Periode ini merupakan saat
penyesuaian diri untuk kelangsungan hidup/ perkembangan janin.
c)
Periode ini ditandai dengan
terhentinya perkembangan.
d)
Di akhir periode ini bila si bayi
selamat maka merupakan awal perkembangan lebih lanjut.
Masa bayi (babyhood) dimulai
dari umur 2 minggu sampai umur 2 tahun.[2] Masa
bayi ini dianggap sebagai periode kritis dalam perkembangan kepribadian karena
merupakan periode di mana dasar-dasar untuk kepribadian dewasa pada masa ini
diletakkan.
Pada waktu lahir kemampuan otak
telah terbentuk 50% dan kemampuan itu akan terus bertambah sampai dengan umur 5
tahun. Pertumbuhan otak sangat bergantung pada kondisi kesehatan anak. Ketika lahir,
berat normal bayi berkisar antara 2,5 kg - 4 kg. Berat lahir ini dipengaruhi
kesehatan ibu dan janin.Untuk anak berumur 2 tahun berat badan yang ideal 10 kg
dan anak berumur 3 tahun berat badannya 11,5 kg.Pertambahan berat badan itu
dipengaruhi oleh keadaan gizi yang terkandung dalam kebutuhan makanan.
Perkembangan rohani tak dapat
diselidiki terlepas dari perkembangan jasmani. Ada perbedaan antara keduanya
,perbedaan itu tidak selalu perlu apalagi pada seorang bayi. Pada saat lahir
yang dapat dilakukan oleh bayi adalah menggerakkan bibir dan lidahnya berupa
gerakan mengisap dan meludah. Bila bayi diberi susu, air yang manis, ia akan
mengisap-isap. Bila diberi air jeruk yang masam,obat yang pahit,ia
meludah-ludah mengeluarkan benda yang tidak enak rasanya itu.
Bayi merupakan makhluk yang perlu
dilindungi. Semua kebutuhannya harus terpenuhi seperti apa yang diinginkannya, tetapi
ia belum mampu menyatakannya, ia hanya bisa menangis. Bila ibu mendengar
bayinya menangis, ibu baru pertama kali mempunyai bayi tentu akan merasa
bingung, tidak mengerti apa yang harus diperbuat.
Adapun Perkembangan dalam Masa Bayi meliputi :
1. Pandangan tentang masa Vital
Menurut
arti harfiahnya kata vital diartikan penting. Jadi masa bayi dianggapnya
sebagai masa perkembangan yang sangat penting. Anak mengalami perubahan yang
pesat dalam perkembangan jasmani dan rohaninya. Untuk mengimbangi proses
perkembanga yang sangat pesat itu ia
memerlukan pemenuhan kebutuhan seperti makanan sehat, pakaian yang bersih, perawatan
yang teratur dan sebagainya, sampai ia usia satu setengah tahun.
Sebagian
besar bayi menggunakan waktunya untuk tidur, waktu yang sebagian lagi digunakan
untuk menyusu dan menyatakan keiginannya dengan cara menangis. Ternyata cara
menangis juga berlainan, ada yang seakan-akan bersemangat dan ada yang
seakan-akan lesu saja. Ketika bayi lahir, dunia ini dimasukinya dengan salam
tangis. Kalau ia tidak menangis, dukun, bidan, dokter yang menyambut
kelahirannya akan memaksanya menangis. Sebelumnya telah menyiapkan alat-alatnya
kalau-kalau bayi yang akan lahir itu tidak menangis, umpamanya alat penyedot lender
yang diperkirakan menutupi rongga pernapasan. Setelah bayi menangis bidan
merasa lega, diperkirakan dengan tangis itu paru-parunya segera berfungsi. Tafsiran
tentang tangis bayi pertama banyak menjadi pembicaraan para ilmuwan.
a. Imanuel
Kant
Secara filosofis ia menafsirkan tangis itu sebagai
protes rohaniah manusia terhadap belenggu kepancainderaan yang dideritanya.
b. Sigmund
Freud
Ia dan beberapa ahli psikoanalisis lain menafsirkan
tangis itu sebagai suatu pernyataan ingin kembali kea lam embrio, alam yang
digambarkan sebagai alam yang tenang, hangat, member rasa aman. Dengan lahirnya
ia ke dunia berakhirlah keadaan ideal sebelum itu. Kelahiran itu sendiri sangat
mengejutkan dan menimbulkan rasa takut yang dinyatakan dengan menangis.
c. Dr.Sis
Heyster
Ia adalah seorang ahli kesehatan,menurutnya tangis
itu adalah tanda bahwa ia bereaksi yang disebabkan oleh dorongan yang dating
dari dalam diri sendiri.
Demikianlah kita lihat bahwa tangis yang pertama itu
mempunyai arti yang khusus, yaitu menjalankan alat pernapasan. Ada tiga macam
tangis:
a) Tangis
untuk menyatakan rasa tak nyaman (tak senang).Tangis ini merupakan reaksi
terhadap perangsang yang tak menyenangkan, seperti lapar, haus, pakaian basah
dan sebagainya.
b) Tangis
yang tidak disebabkan suatu hal tertentu (perangsang tertentu) ketika bayi
menangis dengan sendirinya tanpa ada suatu sebab. Tangis ini dinamakan tangis
spontan, untuk tujuan latihan pernapasan.
c) Tangis
dengan selingan-selingan sedikit. Tangis ini dinamakan tangis manja, untuk
maksud minta digendong atau ditimang-timang.
2. Perkembangan Penghayatan dan Pengamatan
Penghayatan
pancaindera dan penghayatan perasaan merupakan satu kesatuan (totalitas)yang belum
terpisah-pisah.Di antara keduanya yang terbanyak ialah perasaan tak
suka.Mengenai pendengarannya,ia hanya mereaksi terhadap bunyi-bunyian yang
keras, setelah itu ia tidur kembali.Indera peraba baru sedikit
berkembang,umpamanya merasakan pakaiannya yang ketat, tekanan kepalanya ke atas
tempat tidur, gerakan ke atas atau ke bawah pada saat ia diangkat, sudah dapat
dirasakan. Rasa lapar ,dingin, celananya kotor, menimbulkan rasa tak nyaman
yang membuatnya kembali.
Pengamatan pada
anak kecil bersifat global. Yang mul-mul dilihatnya berupa kesan seluruhnya, kesan
umum yang kabur, kesan-kesan seluruhnya yang tampak samar-samar itu dalam
bahasa jerman disebut gestalt, yaitu totalitas yang mengandung arti penuh. Orang
yang pertama dikenalnya hanya ibu,itupun pada saat-saat ibu menyusukannya. Sambil
menyusu diperhatikannya wajah ibu, yang tampak hanya berupa kesan umum yang
kabur. Kemudian setelah berulang kali mengamati wajah ibu seperti mata, hidung,
mulutnya dan sebagainya. Demikianlah pengamatan anak itu berkembang dari
gestalt berangsur-angsur menuju ke struktur.
3. Perkembangan Motoris
Mari kita
selidiki apa sebenarnya motorik itu. Ada tiga unsur yang memegang peranan,yaitu
otot, otak dan saraf. Gerakan-gerakan tubuh yang dimotori dengan kerja saman
antara otot, otak dan saraf, dinamakan motorik. Perkembangan
motorik anak dibagi menjadi dua:[3]
1) Keterampilan
motorik kasar meliputi kegiatan otot-otot besar seperti menggerakkan lengan dan
berjalan.
2) Keterampilan
motorik halus atau keterampilan manipulasi meliputi gerakan-gerakan
menyesuaikan secara lebih halus, seperti ketangakasan jari.
Adapun ciri-ciri gerakan motoris :
Adapun ciri-ciri gerakan motoris :
·
Gerakan
dilakukan dengan tidak sengaja,tidak ditujukan untuk maksud-maksud tertentu.
·
Gerak yang
dilakukan tidak sesuai untuk mengangkat benda.
·
Gerak
serta,umpamanya kita perhatikan anak yang bermain-main dengan botol
susunya,kelihatan bahwa mulut,leher dan kepalanya turut bergerak
semuanya.Gerak-gerakan yang berlebihan merupakan cirri-ciri dari motorik yang
masih muda.
Berikut adalah macam-macam gerakan:
a) Gerakan
instinkif
Instink adalah kemampuan bertindak tepat,tidak
mempergunakan pikiran,diperoleh dari alam sejak dilahirkan.Gerakan instink
disebabkan oleh dorongan dari dalam diri untuk memuaskan dorongan itu.Gerak
instink pertama dimiliki adalah kepandaian menghisap.misalnya bagaimana caranya
bayi pada saat menyusu.
b) Gerakan
reflex
Gerakan reflex disebabkan oleh dorongan dating dari
luar berbentuk perangsang. Reaksi-reaksi itu digolongkan menjadi 2 bagian:
a. Reaksi
bersifat positif
Misalnya gerakan untuk menyatakan
rasa puas, ia mengisap-isap bila mulutnya tersentuh pada tetek ibunya.
b. Reaksi
negative
Gerakan yang dilakukan untuk
menolak perangsang yang tidak menyenangkan, misalnya meludah-ludah kalau merasa
pahit.
c) Gerakan
spontan
Pada gerakan spontan dorongan atau perangsangnya
datang dari dalam diri sendiri,mulanya dirasakan sebagai tidak
bertujuan,seperti meggoyang-goyangkan kaki yang tergantung,meremas-remas jari
tangan,ingin menangis dan sebagainya.
4. Belajar Berjalan
Masa bayi berlangsung kurang lebih satu setengah
tahun lamanya. Masa ini penuh dengan latihan-latihan, dan banyak kemajuan yang
dapat dicapainya. Semua kegiatan dapat kita bicarakan yang terpenting ialah
belajar berjalan dan berbicara. Untuk sementara terlebih dahulu kita bahas
belajar berjalan.
Berikut
adalah perkembangan bayi 1 tahun pertama pada umumnya, namun perkembangan tiap
bayi tentunya berbeda-beda satu sama lain.
§ 1
bulan : Secara refleks dapat memegang benda yang menyentuh telapak tangannya.
§ 2
bulan : Dapat menatap, dapat tersenyum, ia menggerakkn dan memutar kepalanya
dengan susah payah.
§ 3
bulan : Menggerakkan benda yang dipegangnya, memandang gerakan benda dengan bola
mata sampai ke sudut matanya
§ 4
bulan : Bermain dengan kedua tangan dan memasukkan tangan ke mulut, tertawa,
bergurau, tengkurap
§ 5
bulan: Menggulingkan badan, menyentuh mainan, membedakan suara
§ 6
bulan :Bertopang pada kedua tangan, memindahkan mainan dari satu tangan ke
tangan lainnya, menoleh
§ 7
bulan : Membalikkan badan, bermain dengan tangan dan kaki, mulai mengoceh
§ 8
bulan : Belajar duduk, memperhatikan gerak gerik orang, tertarik pada bayangan
sendiri dalam cermin
§ 9
bulan : Merayap, dapat berdiri tegak bila dipegang, main cilukba/petak umpet
§ 10
bulan : Berayun pada tangan dan lutut, belajar berdiri sambil berpegangan,
menjepit benda dengan kedua jari tangan
§ 11
bulan : Merangkak, belajar berjalan ke samping atau rambatanBerjalan bila kedua
tangan dipegang
§ 12
bulan : Berjalan sendiri, bermain kejar-kejaran, dapat mengerjakan tugas-tugas
sederhana.
5. Belajar Berbicara[4]
Kemajuan
mencapai kesanggupan berbicara harus melalui latihan-latihan yang tidak ringan,
menghendaki kesempatan yang cukup, dan melalui taraf-taraf yang telah tertentu
walaupun didalamnya dijumpai pebedaan-perbedaan individual.
Perkembangan
bahasa tingkat permulaan ini dapat dianggap semacam persiapan berbicara.
Ø Pada
bulan-bulan pertama,bayi hanya pandai menangis. Dalam hal ini tangis dianggap
sebagai pernyataan rasa tak senang
Ø Kemudian
ia menangis dengan cara yang berbeda-beda menurut maksud yang hendak
dinyatakannya.
Ø Selanjutnya
mengeluarkan bunyi (suara-suara) yang banyak ragamnya, tetapi bunyi-bunyi itu
belum mempunyai arti, hanya untuk melatih pernapasan dan alat-alat bicara saja.
Ø Menjelang
usia pertengahan di tahun pertama, ia meniru suara-suara yang didengarnya, kemudian
mengulangi suara itu, tetapi bukan karena ia sudah mengerti apa yang dikatakan
kepadanya.
Ada sesuatu yang ganjil dalam
perkembangan bahasa ini. Setelah anak memperlihatkan beberapa kemajuan perkembangan
bahasa itu seakan-akan berhenti sampai ia pandai berjalan, jika ia sudah pandai
berjalan, barulah ia memasuki tingkat perkembangan bahasa sebenarnya.
6. Kegiatan selama 24 jam
Bayi yang
baru lahir menghabiskan lebih banyak waktunya untuk tidur. Rata-rata bayi yang
baru lahir tidur selama 16 hingga 17 jam sehari. Biasanya jumlah tidur bayi itu
berkurang secara teratur setiap bulan. Pada masa perkembangan selama tahun
pertama, ada tiga bulan yang sangat pesat perkembangannya, yaitu bulan ketiga,
bulan keenam dan bulan kesepuluh.
BAB III
PENUTUP
Alhamdulillahi robb al-‘alamin akhirnya makalah ini
dapat terselesaikan dengan sempurna, penulis banyak mengucapkan terima kasih
atas dukungan dari semua pihak yang telah memberi dukungan baik secara materiil
maupun moril, semoga makalah ini bermanfa’at bagi penulis khususnya dan bagi
kita semua umumnya .
a)
Kesimpulan
1. Dalam
perkembangan individu ada beberapa factor yang mempengaruhi diantaranya :
a) penentuan
sifat bawaan
b) Penentuan
jenis kelamin
c) Penentuan
jumlah anak
d) Penentuan
posisi urutan anak
e) Faktor-Faktor
Yang Mempengaruhi Pranatal
f) Kesehatan
ibu
g) Gizi
ibu
h) Pemakaian
bahan kimia oleh ibu
i)
Keadaan dan
ketegangan emosi ibu
2. Perkembangan
masa bayi atau balita meliputi :
a) masa
Vital
b) Perkembangan
Penghayatan dan Pengamatan
c) Perkembangan
Motoris
d) Belajar
Berjalan
e) Belajar
Berbicara
f) Kegiatan
selama 24 jam
b)
Saran
Demikianlah makalah ini kami persembahkan dan hanya
sebatas inilah kemampuan penulis dalam menyusun makalah. Semoga para pembaca
terutama dosen pengampuh mata kuliah Bahasa Indonesia Perguruan tinggi STAI BU
Tambakberas Jombang dapat mengambil sedikit banyak manfa’at dari makalah ini.
Saran dan kritik yang sifatnya membangun dari semua
pihak sangat kami harapkan, khususnya :
1.
Dosen Mata Kuliah Bahasa Indonesia
2.
Semua Dosen dan Pengajar di
Perguruan Tinggi STAI BU Tambakberas Jombang
3.
Teman-teman sepertuangan, Teman
kuliah, Teman Sepermainan
4.
Semua Keluarga Tercinta.
Dan sedikit kami berpesan pada semua yang kami sebutkan di atas :
1.
Marilah kita semua senantiasa
cinta pada Ilmu atau ahli ilmu.
2.
Marilah mempelajari
psikolgi-psikolgi atau jiwa-jiwa manusia untuk tujuan introspeksi diri atau
mengetahui bagaimana jiwa teman kita semua, khususnya kita tahu akan psikologi
seorang mulai dari masa kanak-kanak.
Dan semoga makalah ini memberi guna dan manfaat. Amin.
DAFTAR
PUSTAKA
Al-Qur’an al-karim dan
terjemahanya
Zulkifli. 2002. Psikologi
Perkembangan. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya.
http/:bayi.www.com
http/:psikologi-bayi-balita.co.cc
Elizabeth, B Hurlock. 1980. Psikologi
Perkembangan. Erlangga. Jakarta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar