Al-Qur’an yang merupakan wahyu Allah Swt yang
paling mulia, senantiasa telah memberikan banyak hikmah dan manfaat bagi kita
yang ingin mempelajarinya. Karena kita sebagai hamba Allah Swt yang beriman
hendaknya kita menunaikan kewajiban kita untuk membaca, mempelajari dan
memaknai setiap ayat-ayat Al-Qur’an. Karena dengan hal itu kita akan
mendapatkan banyak manfaat yang diperoleh dari mempelajari kitab suci
Al-Qur’an.
Bacaan Al-Qur’an umumnya memiliki efek yang sangat baik untuk tubuh, seperti; memberikan efek menenangkan, meningkatkan kreativitas, meningkatkan kekebalan tubuh, meningkatkan kemampuan konsentrasi, menyembuhkan berbagai penyakit, menciptakan suasana damai dan meredakan ketegangan saraf otak, meredakan kegelisahan, mengatasi rasa takut, memperkuat kepribadian, meningkatkan kemampuan berbahasa, dan lain-lain.
Bulan Ramadhan
merupakan bulan Al-Qur`an. Pada bulan inilah Al-Qur`an diturunkan oleh Allah
subhanahu wata’ala, sebagaimana dalam firman-Nya :
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ
فِيهِ الْقُرْآَنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ
“bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan
(permulaan) Al-Qur`an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan
mengenai petunjuk itu, dan pembeda (antara yang haq dan yang bathil).” [Al-Baqarah : 185]
كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ مُبَارَكٌ لِيَدَّبَّرُوا آَيَاتِهِ
وَلِيَتَذَكَّرَ أُولُو الْأَلْبَابِ
Al Qur’an yang kami turunkan kepada mu
penuh berkah agar mereka menghayati ayat-ayatnya dan agar orang-orang yang
berakal sehat mendapat pelajaran” QS As Sad/38 : 29)
Di antara amal ibadah yang sangat
ditekankan untuk diperbanyak pada bulan Ramadhan adalah membaca (tilawah)
Al-Qur`anul Karim. Banyak sekali hadits-hadits Nabi shalallahu ‘alaihi
wasallam yang menyebutkan tentang keutamaan membaca Al-Qur`an. Di antaranya :
1.
Dari shahabat Abu Umamah Al-Bahili radhiallahu ‘anhu : Saya
mendengar Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
« اقْرَءُوا
الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لأَصْحَابِه »
“Bacalah oleh kalian Al-Qur`an.
Karena ia (Al-Qur`an) akan datang pada Hari Kiamat kelak sebagai pemberi
syafa’at bagi orang-orang yang rajin membacanya.” [HR. Muslim 804]
عَنْ عثمان
رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلّم قال:
خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ اْلقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ.
(رواه البخاري والترمذي)
Dari
Utsman r.a, dari Rasulullah saw bersabda:
”Sebaik-baik
kalian adalah orang yang belajar al-Qur’an dan mengajarkannya”.
(HR.
al-Bukhari dan al-Tirmizi)
(Dua hadist diatas diambil dari
kitab Riyadhus Sholihin hal 430-431)
Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam
memerintahkan untuk membaca Al-Qur`an dengan bentuk perintah yang bersifat
mutlak. Sehingga membaca Al-Qur`an diperintahkan pada setiap waktu dan setiap
kesempatan. Lebih ditekankan lagi pada bulan Ramadhan. Nanti pada hari Kiamat,
Allah subhanahu wata’ala akan menjadikan pahala membaca Al-Qur`an sebagai
sesuatu yang berdiri sendiri, datang memberikan syafa’at dengan seizin Allah
kepada orang yang rajin membacanya.
Intisari Belajar Al-Qur’an
1. Aqidah / Akidah
Aqidah adalah ilmu yang mengajarkan manusia mengenai kepercayaan yang pasti wajib dimiliki oleh setiap orang di dunia. Alquran mengajarkan akidah tauhid kepada kita yaitu menanamkan keyakinan terhadap Allah SWT yang satu yang tidak pernah tidur dan tidak beranak-pinak. Percaya kepada Allah SWT adalah salah satu butir rukun iman yang pertama. Orang yang tidak percaya terhadap rukun iman disebut sebagai orang-orang kafir.
2. Ibadah
Ibadah adalah taat, tunduk, ikut atau nurut dari segi bahasa. Dari pengertian "fuqaha" ibadah adalah segala bentuk ketaatan yang dijalankan atau dkerjakan untuk mendapatkan ridho dari Allah SWT. Bentuk ibadah dasar dalam ajaran agama islam yakni seperti yang tercantum dalam lima butir rukum islam. Mengucapkan dua kalimah syahadat, sholat lima waktu, membayar zakat, puasa di bulan suci ramadhan dan beribadah pergi haji bagi yang telah mampu menjalankannya.
3.
Akhlaq / Akhlak
Akhlak
adalah perilaku yang dimiliki oleh manusia, baik akhlak yang terpuji atau
akhlakul karimah maupun yang tercela atau akhlakul madzmumah. Allah SWT
mengutus Nabi Muhammd SAW tidak lain dan tidak bukan adalah untuk memperbaiki
akhlaq. Setiap manusia harus mengikuti apa yang diperintahkanNya dan menjauhi
laranganNya.
4. Hukum-Hukum
Hukum yang ada di Al-quran adalah memberi suruhan atau perintah kepada orang yang beriman untuk mengadili dan memberikan penjatuhan hukuman hukum pada sesama manusia yang terbukti bersalah. Hukum dalam islam berdasarkan Alqur'an ada beberapa jenis atau macam seperti jinayat, mu'amalat, munakahat, faraidh dan jihad.
5. Peringatan / Tadzkir
Tadzkir atau peringatan adalah sesuatu yang memberi peringatan kepada manusia akan ancaman Allah SWT berupa siksa neraka atau waa'id. Tadzkir juga bisa berupa kabar gembira bagi orang-orang yang beriman kepadaNya dengan balasan berupa nikmat surga jannah atau waa'ad. Di samping itu ada pula gambaran yang menyenangkan di dalam alquran atau disebut juga targhib dan kebalikannya gambarang yang menakutkan dengan istilah lainnya tarhib.
6. Sejarah-Sejarah atau Kisah-Kisah
Sejarah atau kisah adalah cerita mengenai orang-orang yang terdahulu baik yang mendapatkan kejayaan akibat taat kepada Allah SWT serta ada juga yang mengalami kebinasaan akibat tidak taat atau ingkar terhadap Allah SWT. Dalam menjalankan kehidupan sehari-hari sebaiknya kita mengambil pelajaran yang baik-baik dari sejarah masa lalu atau dengan istilah lain ikibar.
7.
Dorongan Untuk Berpikir
Di dalam
al-qur'an banyak ayat-ayat yang mengulas suatu bahasan yang memerlukan
pemikiran menusia untuk mendapatkan manfaat dan juga membuktikan kebenarannya,
terutama mengenai alam semesta.
Hikmah yang diambil dari belajar
Al-Qur’an :
1. Dorongan dan motivasi untuk
memperbanyak membaca Al-Qur`an. Jangan sampai terlupakan darinya karena
aktivitas-aktivitas lainnya.
2. Allah jadikan Al-Qur`an memberikan
syafa’at kepada orang-orang yang senantiasa rajin membacanya dan mengamalkannya
ketika di dunia.
3.
Al-Qur`an sebagai pemberi syafa’at bagi
orang-orang yang rajin membacanya dan beramal dengannya.
4.
Ilmu mengharuskan adanya amal. Kalau tidak
maka ilmu tersebut akan menjadi hujjah yang membantahnya pada hari
Kiamat.
5.
Mengurangi Ketegangan (stres)
6.
Meningkatkan Kesehatan Mental
7.
Mencegah dan Mengatasi Kepikunan
8.
Dan masih banyak lagi hikmah yang
dapat kita petik dari mempelajari Al Qur’an
Tidak ada komentar:
Posting Komentar